MESKI KEKEJAMAN pemerintahan syi’ah di Iran dan di Suriah sudah sedemikian nyata, para misionaris syi’ah di Indonesia masih saja berusaha meyakinkan umat Islam Indonesia, bahwa syi’ah itu agama damai, syi’ah itu salah satu madzhab dalam Islam yang diakui dunia internasional, bahwa syi’ah itu Islam juga.
Terhadap kekejaman syi’ah di Suriah, kalangan syi’ah cenderung membela diri, bahwa yang dibunuhi itu adalah rakyat yang memberontak kepada pemerintah, bahwa Bashar Assad itu bukan penganut syi’ah, dan sebagainya. Selain itu, para misionaris syi’ah juga cenderung mencari “pihak ketiga” yang bisa dijadikan musuh bersama yaitu paham wahabi. Menurut para misionaris syi’ah, paham wahabi bahkan memposisikan syi’ah dan sunni (ahlus sunnah) sama-sama sesat. Mereka juga mengatakan, sebagaimana pernah dikatakan Zen Al-Hady narasumber Radio Silaturahim (Rasil), Kerajaan Saudi yang berpaham Wahabi itu bahkan memposisikan ormas NU sebagai berpaham sesat.
Menurut misionaris syi’ah, musuh umat Islam bukanlah syi’ah karena syi’ah bagian dari Islam. Tetapi, selain paham wahabi musuh Islam adalah: mereka yang membuat karikatur yang menghina Nabi Muhammad saw; penulis buku ayat-ayat setan dan yang melindungi penerbitan buku itu; mereka yang menganggap Islam sebagai agama kekerasan dan barbar; mereka yang menguasai Masjidil Aqsha, kiblat pertama kaum muslimin dan menjadikannya sebagai ibu kotanya. Begitulah propaganda misionaris syi’ah, yang antara lain bisa ditemukan pada sebuah surat terbuka berjudul “Surat terbuka Ayatullah Makarim Syirazi kepada ulama Wahabi” yang bisa ditemui di situs penganut syi’ah Alwi Husein (alwihusein.multiply.com) Zen Al-Hady salah satu narasumber Radio Silaturahim (Rasil) juga kerap mengutip materi propaganda khas syi’ah tadi dalam berbagai kesempatan. Tapi alhamdulillah umat Islam tidak begitu mudah percaya dengan propaganda tersebut.
Musuh-musuh Islam seperti disebutkan oleh Ayatullah Makarim Syirazi melalui surat terbukanya di atas, memang benar. Namun syi’ah pun bagian dari musuh Islam. Memerangi syi’ah bukanlah memerangi sesama muslim, karena syi’ah apapun sektenya, mereka kini sudah memerangi Islam. Bahkan syi’ah lebih dekat diposisikan dengan pihak harby. Akhir-akhir ini para misionaris syi’ah menyebarluaskan surat terbuka Ayatullah Makarim Syirazi, boleh jadi karena mereka panik dan tidak punya cara lain untuk menutupi kekejaman rezim syi’ah di Suriah. Pada surat terbuka itu antara lain dituliskan, seolah-olah pernah ada pertemuan aneh dan langka di sebagian negara-negara Islam, yang berlangsung pada tanggal 16 Dzul Qa’dah 1427 H.
Konon, sejumlah 38 ulama dan dosen wahabi dari Universitas Ummul Qura dan Universitas Malik Su’ud, serta ulama dan dosen dari sebagian kecil wilayah Arab Saudi lainnya, menandatangani sebuah deklarasi yang berisi fatwa untuk membunuhi orang-orang syi’ah di Irak, bahkan orang-orang syi’ah di seluruh dunia. Alasannya, kata Ayatullah Makarim Syirazi, para ulama dan dosen wahabi itu menuduh bahwa orang-orang syi’ah itu rafidhi safawi yang merupakan sekutu Amerika dan kerap membunuhi orang Islam. Benarkah adanya deklarasi berisi fatwa membunuhi orang-orang syi’ah itu adalah sesuatu yang bisa dipertangung jawabkan? Yang pasti saat ini justru umat Islam-lah yang jadi korban pembantaian rezim syi’ah di Suriah. Juga, di Iran. Kalau toh deklarasi itu memang ada, tentu saja tidak lantas menganulir bahwa syi’ah itu secara akidah memang bertentangan dengan Islam.
Jangan membodohi umat Islam. Dalam salah satu alineanya, surat terbuka yang konon berasal dari Ayatullah Makarim Syirazi mengatakan: “Apakah Nabi Muhammad saw tidak pernah memberikan aturan dalam berperang bahwa ketika berperang melawan kaum musyrikin, anak-anak dan wanita jangan dibunuh. Bagaimana mungkin kelompok dari kalian melupakan aturan Islam yang sangat manusiawi ini, ketika menghadapi sekelompok dari kaum muslimin? Dengan teror, kalian membantai semuanya.” Kecaman Ayatullah Makarim Syirazi di atas, sepantasnya ditujukan kepada rezim syi’ah di Suriah, dan sama sekali tidak cocok ditujukan kepada umat Islam Indonesia, apalagi umat Islam di Suriah yang dizalimi dan dianiayaya rezim syi’ah nushairiyah di negerinya sendiri. Sesuatu yang tidak cocok itu ternyata oleh para misionaris syi’ah dijadikan materi propaganda, setidaknya untuk mengalihkan perhatian umat Islam atas kekejaman rezim syi’ah di Suriah yang berlangsung cukup lama.
Mungkin mereka bermaksud memberikan kesan bahwa orang-orang syi’ah itu juga dizalimi oleh paham wahabi sebagaimana ditulis dalam surat terbuka Ayatullah Makarim Syirazi di atas. Gaya seperti itu persis gaya Yahudi dengan menciptakan public opinion yang terkenal dengan sebutan holocaust (pembasmian). Melalui public opinion itu bangsa Yahudi ingin memposisikan dirinya sebagai bangsa yang teraniaya akibat praktik genosida (pemusnahan suatu bangsa) yang dilakukan Nazi Jerman dengan tokoh utamanya Hitler. Genosida terhadap bangsa Yahudi yang berlangsung antara tahun 1933-1945 itu, konon menyebabkan sejumlah 6 juta orang Yahudi menjadi korban pembunuhan rezim Hitler. Belakangan, holocaust disangkal oleh sejumlah ilmuwan seperti Roger Garaudy, Professor Robert Maurisson, Ernst Zundel, David Irving, dan sebagainya. Akibatnya, mereka harus mendekam di penjara.
Bahkan, korban kekejaman Hitler yang selama ini dipatok pada angka 6 juta, sebenarnya jauh lebih kecil, yaitu di bawah angka satu juta jiwa. Angka itu (di bawah satu juta jiwa) bagi kita umat Islam yang menjunjung tinggi syari’at Allah dan kemanusiaan, tetap masih sangat banyak. Namun yang jauh lebih banyak lagi adalah kebohongan Yahudi yang membentuk opini bahwa bangsa Yahudi korban kekejaman Hitler berjumlah 6 juta jiwa. Sehingga, dengan alasan itu mereka merasa ‘berhak’ membunuhi bangsa Palestina, dan orang-orang Islam pada umumnya di seluruh permukaan bumi. Padahal, ketika Yahudi dikejar-kejar rezim Hitler, mereka justru berlindung di negara-negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam.
Selain holocaust, gaya berkelit ala Yahudi juga bisa ditemukan pada wacana benturan antarperadaban yang dipopulerkan oleh Samuel Phillips Huntington (kelahiran New York City, 18 April 1927) setidaknya sejak 1998, satu dekade sebelum ia akhirnya meninggal dunia pada 24 Desember 2008. Wacana itu ditulisnya dalam sebuah buku berjudul The Clash of Civilizations and the Remaking of World Order (Benturan Antarperadaban dan Masa Depan Politik Dunia). Intinya, setelah komunisme yang menjadi musuh utama Amerika Serikat dan negara-negara Barat pada umumnya, tumbang, maka musuh berikutnya adalah peradaban Islam. Menurut Huntington, di antara berbagai peradaban besar yang tetap tegak hingga kini adalah peradaban Islam. Sebagai peradaban yang terus tegak, Islam dinilai menjadi peradaban yang paling berpotensi mengancam peradaban Barat.
Wacana benturan antarperadaban yang diusung Huntington itu bisa merupakan fakta sahih, atau analisa semata, atau justru merupakan sebuah skenario politik Barat (Amerika dan sekutunya), untuk mempunyai landasan bertindak memerangi Islam. Sebagaimana sudah diketahui umum, setiap kebijakan politik Amerika Serikat pastilah dilahirkan oleh kepentingan politik Yahudi ‘perantauan’ yang berada di Amerika Serikat dan di belahan negara Barat lainnya. Apalagi, kemudian wacana benturan antarperadaban Huntington itu tak berapa lama mendapat pembenaran melalui kasus WTC 911 yang terjadi pada 11 September 2001, yang konon dilakukan oleh organisasi teroris Al-Qaeda pimpinan Osama bin Laden, yang merupakan salah satu anak keluarga bin Laden yang selama ini menjadi mitra bisnis AS. Osama dan Al-Qaeda kemudian menjadi icon peradaban Islam yang menggoyang peradaban Barat. Al-Qaeda regional dan lokal pun muncul, termasuk di Indonesia.
Sejumlah tokoh atau oknum JI (Jama’ah Islamiyah) yang keberadaannya disangkal oleh Abu Bakar Ba’asyir, pun turut melaksanakan ‘serangan’ terhadap peradaban Barat, antara lain berupa Bom Bali I, Bom Bali II, Bom JW Marriott dan sebagainya. Maka, sempurnalah alasan yang diperlukan untuk menjalakankan skenario menggempur peradaban Islam melalui perang melawan terorisme. Kemudian dalam rangka memerangi peradaban Islam yang dikesankan keras ala Al-Qaeda dan JI, muncullah JIL (Jaringan Islam Liberal) dan sejumlah tokoh anak wayang seperti Ulil, Musdah, Maarif, dan sebagainya. Belakangan muncul pula program deradikalisasi yang menguntungkan Said Agil Siradj. Fenomena inilah yang dimanfaatkan oleh kalangan syi’ah untuk dijadikan momentum menjual paham sesat syi’ah laknatullah. Misionaris syi’ah seperti Zen Al-Hadi narasumber Radio Silaturahim (Rasil) dan Jalaluddin Rakhmat dari IJABI, selalu menjadikan tindakan oknum JI sebagai contoh paham wahabi yang sebaiknya dijadikan musuh bersama umat Islam dan syi’ah. Daripada berpaham wahabi yang keras mendingan syi’ah. Daripada atheis mendingan syi’ah. Pernyataan itu seolah-olah benar padahal keliru.
Selain menjadikan surat terbuka Ayatullah Makarim Syirazi sebagai materi propaganda membela syi’ah, para misionaris paham sesat syi’ah laknatullah ini juga menjadikan sebuah foto editan untuk mengalihkan perhatian dan emosi umat Islam atas kekejaman rezim syi’ah di Suriah. Pada foto tersebut terlihat George Bush (Presiden AS sebelum Obama) sedang tempel pipi dengan Raja Arab Saudi. Selama ini George Bush dituding melakukan pembantaian terhadap satu juta muslim di Iraq, dan Raja Abdullah dari Saudi dituding menjadi sekutu George Bush dalam upaya pembunuhan itu. Peristiwa itu kalau benar terjadi, tidak akan pernah menganulir kesesatan syi’ah yang secara akidah bertentangan dengan umat Islam, tidak akan mengalihkan perhatian umat Islam terhadap kekejaman rezim syi’ah terhadap umat Islam di Suriah dan di Iran.
Cara-cara di atas, yaitu menjadikan surat terbuka Ayatullah Makarim Syirazi dan foto editan sebagai materi kampanye syi’ah mengalihkan perhatian dan emosi umat Islam terhadap kekejaman rezim syi’ah di Suriah, adalah perbuatan dungu bin tolol. Karena kesesatan syi’ah secara akidah, tidak bisa dianulir oleh praktik politik Saudi Arabia, dan sebagainya. Saudi mau runtang-runtung dengan AS dan sebagainya, itu urusan politik mereka. Dalam urusan akidah, umat Islam tetap konsisten menyatakan bahwa syi’ah tetap sesat dan dengan kejamnya sudah membunuhi jutaan ummat Islam dari dulu hingga sekarang. Padahal masalah membunuhi orang Muslim itu adalah perkara sangat besar, hingga menjadi urutan pertama diputuskannya di hari qiyamat sebelum perkara-perkara lainnya[i].
Sadarilah wahai para manusia yang mengaku Muslim bahkan tokoh namun kini bersuara membela syiah. Tidak takutkah kalian kelak di akherat akan diseret pula sebagai orang yang harus mempertanggung jawabkan sikapnya atas dukungan kepada golongan sesat syiah yang telah membunuhi Ummat Islam?
Ilustrasi: aljazerah
(haji/tede/nahimunkar.com)
Sumber: http://www.eramuslim.com
Wednesday, April 11, 2012
Monday, October 31, 2011
Warisan Politik Kolonel Muamar Gaddafi
Selama hampir 42 tahun berkuasa di Libya, Kolonel Muammar Gadhafi adalah salah satu diktator dunia yang paling eksentrik. Gaddafi sangat piawi memainkan peran politiknya, terkadang dikutuk dan terkadang didekati oleh Barat.
Sementara pemimpin Libya itu, selama berkuasa sangat brutal terhadap rakyatnya terutama, para aktivis Islam, dan sudah berapa banyak tokoh aktivis Islam yang tewas, maupun di penjarakannya. Gaddafi benar-benar seorang otokratis, sampai akhirnya digulingkan oleh rakyatnya.
Gaddafi penguasa yang paling lama berkuasa, 42 tahun, diantara penguasa di dunia Arab modern ini. Gaddafi selalu menampilkan dirinya sebagai "Pemimpin" di dunia Arab, dan penampilannya selalu kontras dan mencolok. Gaddafi suatu ketika menjadi sponsor gerakan perlawanan, dan sangat membenci Barat dan Yahudi, kemudian dia dituduh meledakkan dua pesawat penumpang di Lockerbie. Tetapi, Gaddafi kemudian membantu AS dalam perang melawan teror.
Gaddafi adalah seorang nasionalis Arab yang suka mengejek penguasa Arab yang dituduhnya sebagai antek Barat dan Zionis-Israel. Dalam puncak paradoknya, Gaddafi mengkhotbahkan tentang visinya yang paling "revolusioner" dan utopia, tapi suatu hari berubah menjadi diktator, yang akhirnya memicu revolusi terhadap dirinya.
Presiden AS Barack Obama berjabat tangan dengan pemimpin terguling Libya Muammar Gadhafi, sebelum makan malam pada pertemuan puncak G8 di L'Aquila pada 9 Juli, 2009. Di mana Gaddafi dapat bertemu dengan para pemimpin dunia, yang sangat langka itu.
Kematiannya pada hari Kamis, 20 Oktober, menjelang usianya yang ke 69 - ungkap Perdana Menteri Mahmoud Jibril - di mana sesudah terjadi perang yang sangat brutal dengan para pejuang Libya yang datang mengalahkannya di kota kelahirannya, Sirte. Gaddafi bersumpah tidak akan meninggalkan negaranya, sampai mati, dan keinginannya terkabul.
Sekarang para pejuang Libya (Minggu ini) mendeklarasi akhir kemenangan mereka, di Bengazi. Sebelumnya, Gadhafi tersingkir dari kekuasaannya oleh pemberontak yang dramatis, di mana rakyat diibukota Tripoli, merayakan kemenangan yang sangat luar biasa, pada 21 Agustus. Perang sipil yang berlangsung selama enam bulan, dan menelan korban yang begitu banyak.
Gaddafi terus meneriakkan dan memberikan dorongan para pengikutnya dan tentaranya, terus:"melawan!". Gadhafi telah mendesak para pengikutnya bahkan saat musuh-musuhnya berada di depan pintu gerbang ibukota Tripoli, sebelum melarikan diri ke daerah pedalaman Libya, di mana dia menyerukan kepada para pendukungnya harus terus bertempur, sampai titik darah penghabisan.
Gadhafi meninggalkan bangsanya, dan negeri yang sangat kaya minyak. Minyak begitu melimpah. Negeri yang berpenduduk 6,5 juta itu, sekarang mengalami trauma dengan berbagai kebijakan Gaddafi yang menguras kekayaan negara. Ibaratnya kapal negara diarahkan oleh keinginan seorang pria dan keluarganya. Gaddafi sangat terkenal dengan pakaian yang mewah - mulai dari jas putih dan kacamata hitam dengan seragam militer dengan bahunya menjumbai, jubah berwarna cerah dihiasi dengan peta Afrika - dia menyebut dirinya sebagai pemimpin "Bedouin", Raja, dan Filsuf.
Gaddafi sangat menikmati julukan dari para pemimpin dunia sebagai pemimpin yang menyebalkan, baik di Barat atau Timur Tengah.
Presiden Amerika Serikat Ronald Reagan, setelah pemboman 1986, yang menewaskan prajurit AS di Berlin, menuduh Libya. Reagan memberikan julukan Gaddafi sebagai "anjing gila." Mantan Presiden Mesir Anwar Sadat, yang terlibat perang perbatasan dengan Libya pada 1970-an, menulis dalam buku hariannya bahwa Gadhafi adalah "sakit jiwa" dan "membutuhkan pengobatan."
Muammar Gadhafi dan Para Pemimpin Dunia
Pemimpin Libya Muammar Gadhafi menghadiri perayaan ulang tahun tahta kekuasaannya ke-40, di Lapangan Hijau di Tripoli, 1 September 2009.
Dibalik karakternya yang flamboyan dan kecakapannya memainkan pertunjukan politik, rekannya mengatakan Gadhafi adalah pemimpin yang sangat teliti dalam mengelola kekuasaannya. Gaddafi terlibat dan ikut langsung dalam keputusan besar dan kecil, dan secara terus-menerus bertemu secara pribadi dengan para pemimpin suku dan pejabat militer yang mendukung dia.
Mereka yang menjadi bagian kekuasaannya itu, mendapatkan posisi-posisi yang sangat penting dalam kekuasaannya. Tetapi, umumnya pos-pos yang sangat penting diserahkan kepada keluarganya. Seperti anak-anaknya, saudaranya, dan keluarga dekatnya.
Gaddafi secara permanen melakukan cengkeramannya pada negara. Banyak usaha kudeta dan upaya pembunuhan terhadap dirinya selama bertahun-tahun, tetapi sebagian besar berakhir dengan eksekusi terhadap para komplotan yang ingin menggulingkannya. Mereka yang ingin menggulingkannya mendapt ganjaran digantung di alun-alun ibukota Tripoli, dan disaksikan rakyatnya.
Mengapa umur kekuasaannya begitu panjang? Rahasianya terletak pada cadangan minyak yang sangat besar di bawah gurun pasir di negara Afrika Utara itu. Inilah yang menyebabkan umur kekuasaan Gaddafi begitu panjang. Karena uang dari minyak yang mengalir tanpa henti, bermilyar-milyar dollar, dan sekarang kekyaaan Gaddafi mencapai $ 160 miliar dollar, dan dengan kekayaan sebesar itu, Gaddafi dapat melakukan apa saja yang diinginkannya.
Tetapi, yang paling spektakuler peristiwa yang terjadi pada akhir 2003. Di mana Gaddafi selalu menyangkal, keterlibatannya dalam pemboman pesawat Pan Am, tetapi tiba-tiba Gaddafi mengakui bertanggungjawab atas pemboman terhadap pesawat Pan Am tahun l988, yang menewaskan seluruh penumpangnya, di atas Lockerbie, Skotlandia, yang menewaskan 270 orang. Gaddafi setuju membayar hingga US $ 10 juta dollar tiap keluarga korban.
Gaddafi melakukan langkah-langkah yang dramatis lainnya, di mana Gaddafi juga mengumumkan bahwa Libya akan membongkar arsenal nuklirnya, program senjata kimia dan biologi yang berada di bawah pengawasan internasional.
Peristiwa itu mengubah persepsi Barat terhadap Gaddafi, yang sebelumnya dituduh sebagai : "Sponsor dan bapak" terorisme internasional, dengan sangat cepat mendapatkan penghargaan dari negara-negara Barat. Persepsi negara-negara Barat berubah drastis, dan para pemimpin Barat, mengantri ingin bertemu dengan Gaddafi.
Maka, hanya beberapa bulan kemudian, Amerika Serikat menghapus sanksi ekonomi dan melakukan normalisasi kembali hubungan diplomatik dengan Libya. Para pemimpin Uni Eropa di Brussels bertemu dengan Presiden Muammar Gadhafi. Dengan jamuan yang sangat istimewa. Sebagai sahabat. Tidak nampak adanya permusuhan, seperti yang terjadi sebelumnya.
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Condoleezza Rice pada tahun 2008, menjadi pemimpin pertama dan pejabat tertinggi Amerika Serikat mengunjungi negara Libya, di mana hubungan antara Amerika Serikat - Libya sudah lebih dari 50 tahun putus. Perdana Menteri Inggris Tony Blair, mengunjunginya di Tripoli, bahkan Blair mendapatkan "hadiah" yang tidak sedikit dari Gaddafi.
Perusahaan minyak internasional bergegas untuk berinvestasi di bidang Libya. Dokumen terungkap setelah jatuhnya Gadhafi mengungkapkan kerjasama yang erat antara badan intelijen dan CIA dalam mengejar tersangka teror setelah 9 / 11 serangan, bahkan sebelum AS mencabut penunjukan dari Libya sebagai sponsor teror di tahun 2006.
Namun, sikap Gadhafi tidak berubah. Setelah polisi Swiss melakukan penangkapan anaknya Hannibal, karena diduga memukuli dua pelayan di sebuah hotel mewah di Jenewa pada tahun 2008, Gadhafi menangkap dua warga negara Swiss, dan kedua pria Swiss itu ditahan dengan tuduhan yang tidak jelas. Sampai kemudian Gaddafi melepaskan kedua pria Swiss, sesudah anaknya Hanibal dibebaskan pmerintah Swiss.
Negara-negara Eropa, sangat bersemangat membangun hubungan ekonomi dengan Libya. Para investor dari Uni Eropa datang berbondong-bondong ke Libya menanamkan invstasi dibidang minyak, gas, dan industri serta terlibat dalam pembangunan. Sengketa dengan Swiss berakhir.
Tapi, Gadhafi yang sangat lekat dengan mencintai kekuasaannya itu, sekali lagi paria yang flamboyan itu, menggunakan kekuatan militernya yang sangat canggih melakukan penumpasan dengan brutal terhadap pemberontakan rakyatnya, Februari. Gaddafi mengerahkan seluruh kekuatan militer, dan bahka menyewa pasukan bayaran dari Uni Afrika, guna menghadapi pemberontakan rakyatnya. Semua gerakan rakyat di Libya itu, terinspirasi oleh "Revolusi di Dunia Arab". Inilah yang menjadi titik awal berakhirnya era kekuasaan Presiden Muammar Gaddafi, yang sudah berlangsung selama 42 tahun. Waktu yang sangat panjang bagi sebuah kekuasaaan.
Tetapi, hakekatnya "Barat adalah Barat", selalu pragmatis. Gaddafi yang sudah berubah, dan menjadi sekutu Barat, tidak dibelanya, dan tidak ada belas kasihannya terhadap Gaddafi, yang menghadapi pemberontakan rakyatnya. Justru negara-negara Barat, yang sudah memilliki hubungan persahabatan para pemimpinnya dengan Kolonel Muammar Gaddafi itu, mensponsori resolusi Dewan Keamanan (DK) PBB,yang mengesahkan zona larangan terbang bagi k Libya pada bulan Maret, dan dilanjutkan NATO melancarkan kampanye serangan udara melawan pasukan Gaddafi secara massif.
Begitu watak Barat terhadap para sekutu dan teman mereka, jika sudah posisi melemah, dan tidak mendapatkan dukungan rakyatnya, tak segan-segan membuangnya, dan ikut menghancurkannya. Seperti yang dialami Gaddafi.
Kekuatan para oposisi tidak memadai tanpa adanya dukungan pasukan Nato, yang menggunakan arsenal angkatan udaranya, yang terus-menerus melakukan pemboman terhadap posisi-posisi pasukan Gaddafi, dan itu memberikan keuntungan dan kemenangan bagi kekuatan oposisi.
"Saya seorang pejuang, seorang revolusioner dari tenda. ... Saya akan mati sebagai seorang martir di akhir kekuasaan saya," ucapnya. Semuanya pernyataannya terbukti. Itulah pidato terakhirnya di televisi selama berlangsungya pemberontakan, dengan suara yang bergetar podium dekat patung emas, yang menghancurkan sebuah pesawat tempur Amerika Serikat.
Gadhafi lahir pada tahun 1942 di padang pasir Libya dekat Sirte. Gaddafi putra dari seorang ayah Badui yang pernah dipenjara, karena menentang penjajah Italia. Gadhafi muda tampaknya mewarisi sifat ayahnya yang pemberontak. Ketika masih sekolah, dikeluarkan dari sekolah, karena memimpin demonstrasi, dan menjadi tentara Gaddafi mengorganisir sel revolusioner, yang kemudian melakukan kudeta.
Pada tahun 1969, ketika Gaddafi masih berpangkat kapten, dan berusia 27 tahun, Gaddafi muncul sebagai pemimpin dari kelompok perwira yang menggulingkan Raja Idris. Gaddafi, seorang tokoh, yang tampan gagah berseragam dan kacamata hitam, Gadhafi mengambil alih kekuasaan tak terbantahkan dan menjadi simbol perlawanan anti-Barat di Dunia Ketiga, ketika itu, Libya baru saja dibebaskan dari penguasa kolonial Eropa.
Selama tahun 1970-an, Gadhafi berusaha mengubah bangsanya. Gaddafi menutup pangkalan udara AS. Gaddafi mengusir 20.000 warga negara Italia, sebagai balasan atas penjajahan yang dilakukan Itali, selama tahu 1911-1941. Perusahaan-perusahaan dinasionalisasi. Gaddafi sebagai sosok baru di dunia Arab dan Afrika Utara, yang sangat memberi inspirasi, dan melebihi Presiden Gamal Abdul Nasser.
Pada tahun 1975 ia menerbitkan "Buku Hijau," yang menjadi manifesto politik yang meletakkan apa yang disebut "Teori Internasional Ketiga" dari pemerintah untuk rakyat. Di mana Gaddafi membuat visi yang akan menjadi alternatif, menghadapi Dunia Barat, yang sangat mapan, dan menindas. Gaddafi menyatakan Libya menjadi "Jamahiriya" - "Republik Rakyat" sebuah neologisme Arab. Gaddafi dalam "Buku Hijau" menggabungkan Islamisme, Sosialisme, dan Arabisme. Mirip Nasakomnya Soekarno di Indonesia.
Semua aturan, menyerukan demokrasi perwakilan, yang sebenyarnya suatu bentuk tirani, dan Libya diorganisir menjadi "komite rakyat", yang akhirnya menjelma "Kongres Rakyat," semacam parlemen.
Akhirnya, semua aturan dimaksud dengan tidak ada kecuali Gadhafi, yang ditinggikan dirinya menjadi kolonel dan menyatakan dirinya sebagai "Pemimpin".
"Dia bercita-cita untuk menciptakan sebuah negara yang ideal," kata analis Afrika Utara Saad Djebbar dari Universitas Cambridge. "Dia berakhir tanpa komponen negara yang normal, dan semua ditentukan oleh 'kekuatan rakyat',dan itu sistem yang paling tidak berguna di dunia..". Tetapi, semuanya menjelma menjadi dirinya sendiri.
Pada 1970-an dan 1980-an, Gadhafi mendukung kelompok yang dianggap oleh Barat menjadi teroris - dari Tentara Republik Irlandia, kelompok pejuang Palestina pejuang Muslim di Filipina. Gaddafi melakukan serangkaian petualangan militer di Afrika, menyerang Chad pada 1980-89, dan memasok senjata, memberi pelatihan dan keuangan pemberontak di Liberia, Uganda dan Burkina Faso.
Sebuah insiden 1984 di Kedutaan Besar Libya di London. Seorang pria bersenjata di dalam kedutaan menembaki demonstran terhadap lawan Gadhafi yang ada diluar, dan menewaskan seorang polisi Inggris.
Pemboman Lockerbie diikuti pada tahun 1988, diikuti pemboman terhadap sebuah pesawat Perancis atas Niger, Afrika Barat. Barat marah, dan bertahun-tahun Libya dikenakan sanksi.
Tetapi, suatu perubahan dimulai pada tahun 1999, ketika pemerintah Gadhafi menyerahkan dua Libya untuk diadili dalam pemboman Lockerbie. Pada tahun 2001, sebuah pengadilan Skotlandia, seorang agen intelijen dihukum, dan menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup.
Pada tahun 2002, Gadhafi mengatakan kepada rakykatnya di kota Sabha, selatan ibukota Tripoli. Gaddafi mengatakan, "Di hari tua saya, mereka menyebut kami sebuah negara yang jahat, mereka menuduh kami sebagai negara yang berbahaya. Kami.. dituduh memiliki perilaku revolusioner", ujarnya.
Sepanjang pemerintahannya, ia adalah seorang pemain sandiwara yang sangat piawai melakonkan perannya di tengah-tengah masyarakat dunia. Gaddafi tidak pernah berhenti bersandiwara. Sampai titik akhir perjalanannya di kampung halamannya di Sirte.
Penampilannya di KTT Liga Arab membuat para pemipin Arab mengernyit dahinya. Pada satu kesempatan, Gaddafi berargumen sangat keras dengan Raja Arab Saudi Abdullah, membuat kebencian abadi dengan Raja Arab Saudi itu. Di kesempatan lainnya, Gadhafi merokok cerutu di ruang konferensi selama pidato untuk menunjukkan kebenciannya terhadap Raja Arab Saudi.
Dalam pidato PBB 2009, Gaddafi berbicara tentang ketidak nyamanannya selama berada di New York, karena jet lag, kemudian merobek-robek salinan Piagam PBB, Dewan Keamanan, sembari mengatakan, "Seharusnya disebut dewan terorisme", ucapnya.
Dalam kunjungan ke berbagai negara, Gaddafi sering bersikeras mendirikan tenda, yang sangat merepotkan bagi negara yang dikunjunginya. Dia memakai pengawal pribadi perempuan - yang Gaddafi pernah menjelaskan dengan mengatakan: ". Tidak ada orang laki-laki di dunia Arab", cetusnya.
Sebuah kabel 2009 diplomatik Amerika Serikat yang dirilis oleh situs WikiLeaks, menyebutkan Gadhafi takut tinggal di lantai atas gedung bertingkat, keengganannya naik pesawat terbang, dan suka balap kuda dan menari flamengo.
Gaddafi mengganti nama bulan, bulan Januari yang dingin menjadi, "Ain al-Nar," bahasa Arab untuk "Di mana neraka."
Dalam dekade terakhir, kekuasaannya semakin terkonsentrasi kepada delapan anak kandungnya, yang menguasai pasukan elite militer, intelijen, atau posisi bisnis yang menguntungkan.Anaknya Seif al-Islam, yang berpendidikan di Cambridge, Inggris, secara luas dilihat dipersiapkan sebagai penggantinya. Nampaknya, tidak kepada Kamis, kekuasaan itu akan dialihkannya. Putri satu-satunya, Aisyah, menjadi pengacara dan membantu dalam pemerintahan Saddam Hussein, diktator Irak terguling.
Gadhafi tidak menghabiskan pendapatan minyaknya membangun sekolah, rumah sakit, irigasi dan perumahan. Tidak begitu menyolok sebagai negara yang paling kaya minyak di kawasan Mediterania dalam pembangunan.
"Dia benar-benar membawa Libya dari menjadi salah satu negara yang paling terbelakang dan paling miskin di Afrika. Negara yang kaya minyak dengan infrastruktur yang terbatas, dan penduduk Libya tidak mendapatkan layanan yang memadai bagi kebutuhan hidup mereka", ucap George Joffe dari Universitas Cambridge.
Sepertiga rakyat Libya tetap dalam kemiskinan. Tetapi, Gadhafi hidup dengan penuh berkah dan kekayaan yang melimpah, dan hidup serba mewah di ibukota Tripoli yang disulap menjadi sebuah "surga". Sementara itu, bagian timur Libya, seperti Benghazi, yang menjadi pusat pemberontakan, tetap miskin.
Putranya, selama berlangsung pemberontakan 2011 di Misrata, yaitu Khamis dan Mu'tasim, yang memimpin pasukan unit khusus militer, diyakini tewas. Lainnya, bersama dengan istrinya Safiyah, melarikan diri ke Aljazair tetangga atau Niger. Seif al-Islam, berhasil melarikan diri ke Niger.
Kisah Kolonel Muammar Gaddafi yang sangat penuh warna dalam kehidupan dan kekuasaannya, dan berakhir dengn sangat tragis, dibunuh oleh rakyatnya sendiri. (mas)
Sumber: http://www.eramuslim.com
Labels:
Fakta Perang,
Perang di Afrika
Sekilas Tentang Krisis Rudal Kuba 1962
Krisis Rudal Kuba adalah sebuah krisis yang terjadi antara tahun 1962 yang terjadi sebagai akibat dari Perang Dingin yang terjadi antara Amerika Serikat dan Uni Soviet. Krisis ini terjadi setelah terungkap fakta bahwa Amerika Serikat telah mensponsori sebuah serangan ke Teluk Babi milik Kuba, sebuah negara komunis di Laut Karibia. Meskipun gagal, penyerbuan ini telah menimbulkan kemarahan Uni Soviet, sebagai pemimpin komunis dunia, maupun rakyat Kuba sendiri.
Pada bulan September 1962, Nikita Khruschev, Perdana Menteri Uni Soviet, menyatakan kepada Presiden Amerika Serikat John F. Kennedy bahwa setiap serangan berikutnya terhadap Kuba akan dinilai sebagai tindakan perang. Tidak lama kemudian, Uni Soviet segera menempatkan rudal-rudal berukuran sedang yang dilengkapi dengan hulu ledak nuklir di Kuba. Rudal-rudal tersebut mengancam AS karena kemampuan merusaknya yang dapat menghancurkan sebuah kota besar dalam waktu singkat setelah diluncurkan. Pada tanggal 22 Oktober 1962, Kennedy muncul di muka publik dan menuntut Uni Soviet untuk menarik rudal-rudalnya atau AS akan menyerang Kuba. Maka, dimulailah minggu-minggu yang dikenal dengan sebutan Krisis Rudal Kuba ini.
Negosiasi di antara dua musuh bebuyutan ini terjadi dengan alot karena kedua belah pihak merasa siap untuk berperang dan tidak mau mengurangi tuntutannya. Kapal-kapal perang Amerika mengepung Kuba untuk memaksakan sebuah "karantina" terhadap semua pelayaran milik kuba; pesawat-pesawat pengebom mencari posisi di Florida dan bersiaga menghadapi serangan udara. Untungnya, pada tanggal 28 Oktober 1962, Khruschev menyatakan bahwa Uni Soviet bersedia memindahkan nuklirnya asalkan AS berjanji tidak akan menyerbu Kuba.
Sumber: http://www.eocommunity.com/showthread.php?tid=26653
Labels:
Fakta Perang,
Perang di Amerika
AS Mengetahui Adanya Penyiksaan di Penjara-penjara Afghanistan
Laporan terbaru menunjukkan bahwa para pejabat AS terus mengirim tersangka teroris ke pusat penahanan Afghanistan walaupun mereka memiliki pengetahuan sebelumnya tentang adanya pelanggaran terhadap tahanan yang terjadi di sana.
Washington terus mentransfer tahanan ke fasilitas yang dijalankan oleh dinas intelijen Afghanistan meskipun pejabat dari Departemen Luar Negeri AS, Central Intelligence Agency (CIA) dan militer AS telah menerima beberapa peringatan tentang adanya penyiksaan sistematis di penjara Afghanistan, The Washington Post melaporkan hari Minggu kemarin (30/10).
Salah satu pusat penahanan terkenal, terletak di dekat markas militer AS di Kabul, dikenal sebagai Departemen 124.
Fasilitas ini dijalankan oleh badan intelijen Afghanistan dan berisi hingga 40 tersangka terorisme.
Penyiksaan banyak terjadi di pusat tahanan tersebut, seorang tahanan mengatakan kepada PBB, menambahkan bahwa saking terkenalnya tempat penahanan itu orang-orang menyebutnya sebagai "neraka."
Tahanan dilaporkan mengalami penyiksaan, dipukul dan disetrum.
Menurut pejabat Afghanistan dan Barat yang akrab dengan penjara tersebut, pasukan Operasi Khusus AS menyerahkan tahanan ke Departemen 124, yang dibangun kembali pada tahun 2010 oleh uang Amerika dan telah dikunjungi secara teratur oleh pejabat CIA.
Pada bulan Agustus, PBB secara terbuka mengungkapkan adanya "penyiksaan sistematis" terhadap para tahanan di fasilitas penjara Afghanistan.
Pemerintah AS telah menggunakan fasilitas untuk menginterogasi tersangka terortingkat tinggi Taliban dan al-Qaidah.(fq/prtv)
Sumber: http://www.eramuslim.com
Labels:
Fakta Perang,
Perang di Asia
Mobil Tanker Minyak NATO Kembali Diserang Gerilyawan Pakistan
Gerilyawan Pakistan telah menyerang sebuah mobil tanker yang membawa bahan bakar untuk pasukan pimpinan Amerika di negara tetangga Afghanistan.
Mobil tanker minyak sedang dalam perjalanan dari Karachi ke kota Quetta Pakistan di barat daya provinsi Balochistan pada Minggu malam kemarin (30/10) ketika diserang.
Para gerilyawan Pakistan menembaki truk dan memaksa untuk berhenti, menculik pengemudi dan pembantunya dan dibawa lokasi yang tidak diketahui.
Ratusan pasokan truk NATO telah hancur di Pakistan selama beberapa tahun terakhir.
Pejuang Pakistan mengatakan serangan sebagai respon terhadap pembunuhan tidak sah pesawat tak berawak AS di zona suku Pakistan.
Serangan truk NATO telah mendorong para pejabat AS untuk mencari rute alternatif untuk mentransfer pasokan bagi pasukan asing di Afghanistan.(fq/prtv)
Sumber: http://www.eramuslim.com
Labels:
Fakta Perang,
Perang di Asia
Hari Ini NATO Akhiri 7 Bulan Operasi Militer di Libya
NATO mengakhiri pemboman tujuh bulan mereka di Libya sehingga memungkinkan pemberontak Libya berhasil menggulingkan rezim Muammar Gaddafi.
Para pejabat mengatakan semua operasi NATO akan berakhir Senin tengah malam. Misi pengeboman pasukan aliansi telah berhenti segera setelah kematian Gaddafi awal bulan ini tetapi tetap mempertahankan patroli udara biasa.
Pejabat NATO menyatakan pesawat tempur mereka melakukan 9.600 serangan di tujuh bulan terakhir, dan menghancurkan sekitar 5.900 sasaran militer.
Dewan Keamanan PBB memberikan izin penyerangan NATO ke Libya pada Maret lalu dalam upaya untuk melindungi warga sipil yang terjebak dalam perang saudara. (fq/ap)
Sumber: http://www.eramuslim.com
Labels:
Fakta Perang,
Perang di Afrika
Thursday, October 27, 2011
Sejarah Ksatria Hospitaller
Ksatria Hospitaller, juga dikenal sebagai Ordo Hospitaller atau secara sederhana dikenal dengan sebutan kaum Hospitaller, adalah sekelompok pria yang ditugaskan menjaga sebuah rumah sakit di Yerusalem yang didirikan oleh Gerard Yang Terberkati di sekitar tahun 1023, darimana dua ordo ksatria besar tumbuh berkembang: Ordo Santo Yohanes (sakarang di beberapa cabang dikenal sebagai Ordo Militer Merdeka Malta dan sebagai Ordo Santo Yohanes (Bailiwick dari Brandenburg atau Johanniterorden) dan Ordo Santo Lazarus.
Kaum Hospitaller berkembang oleh karena kinerja sebuah rumah sakit milik Almafi (sebuah kerajaan kecil di Italia) yang terletak di distrik Muristan di Yerusalem, didirikan sekitar tahun 1023 untuk memberikan pelayanan bagi kaum papa, orang sakit dan para peziarah Tanah Suci yang terluka. Setelah dikuasainya Yerusalem oleh tentara Kristen Barat di tahun 1099 selama masa Perang Salib Pertama, organisasi ini menjadi sebuah Ordo Keagamaan dan Ordo Militer menurut akta pembentukannya, dan diberikan tugas untuk menjaga dan mempertahankan Tanah Suci.
Setelah Perang Salib Kesembilan dimana Tanah Suci direbut oleh tentara Muslim, ordo ini beroperasi dari Pulau Rodos, dimana wilayah itu adalah wilayah merdeka, dan kemudian dari Pulau Malta dimana mereka menjadi negara bawahan di bawah raja negara bagian Spanyol di Sisilia.
Kekuatan ordo ini dilemahkan saat Malta direbut oleh Napoleon Bonaparte di tahun 1798 dan menjadi terpencar di seluruh penjuru Eropa. Mereka memperoleh kekuatannya kembali selama abad ke-19 saat ordo ini merubah tujuan keberadaan mereka ke tujuan-tujuan yang bersifat kemanusiaan dan keagamaan. Kepala lima Ordo Santo Yohanes modern semuanya menegaskan bahwa Ordo Militer Merdeka Malta Katolik Roma dengan markas besarnya di Roma merupakan ordo asli dan keempat ordo Protestan berasal dari akas yang sama.
Cabang-cabang Protestan berpusat di Berlin (the Bailiwick of Brandenburg of the Order of Saint John), Den Haag (the Order of Saint John in the Netherlands), dan Stockholm (the Order of Saint John in Sweden), dan sebuah cabang di Inggris yang bangkit kembali berpusat di London (the Most Venerable Order of the Hospital of Saint John of Jerusalem).
Sumber: http://id.wikipedia.org
Labels:
Fakta Perang,
Perang di Eropa
Subscribe to:
Posts (Atom)






